Halaman

Selasa, 26 Juli 2011

Pemimpin Kreatif bukan Pemimpin Plagiat

Salahsatu kelebihan manusia yang diciptakan Tuhan YME dibanding makhluk lainnya adalah diberinya akal, akal inilah yang menopang manusia untuk membangun unsur kreatifitas yang dibungkus untuk memenuhi kebutuhannya, dengan akal maka timbulnya ilmu pengetahuan maupun technology akal manusia terus ber evolusi sejalan dengan perkembangannya, yang menjadi persoalan bangsa saat ini adalah rendahnya kreatifitas yang dimiliki, artinya rendahnya penggunaan akal untuk membangun basis-basis ekonomi secara kreatif.kreatif atau kreatifitas Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris To Create, yang merupakan singkatan dari :Combine (menggabungkan) – penggabungan suatu hal dengan hal lainReverse (membalik) – Membalikan beberapa bagian atau prosesEliminate (menghilangkan) – menghilangkan beberapa bagianAlternatif (kemungkinan) – Menggunakan cara, bahan dll denganyang lain.Twist (memutar) – memutarkan sesuatu dengan ikatan Elaborate (memerinci) – memerinci atau menambah sesuatu adalah membangun dan menciptakan suatu proses dari ide-ide baru sebagai alternative yang dibutuhkan orang-orang. Ketika kebutuhan manusia itu hadir maka munculah kreatifitas atau sejalan dengan hadirnya kreatifitas maka munculah kebutuhan kebutuhan baru, yang menjadi kendala saat ini yaitu sedikitnya pemimpin kreatif sehingga kurang munculnya inovasi-inovasi baru dan lebih melanjutkan policy dari kebijakan sebelumnya sehingga saat ini lebih dikatakan bukan sebagai pemimpin kreatif tapi pemimpin plagiat.
Persoalan kreatifitas dalam konteks ekonomi adalah mendorong daya saing masyarakat melalui peran-perannya dalam berbagai aspek yang bisa memberikan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif, hal ini tentu melalui suatu preses analisa serta dorongan semua pihak untuk memberikan stimulus ekonomi kreatif sehingga sekecil apapun potensi yang ada dibangun untuk menjadi sesuatu yang besar.kesadaran kreatifitas ini muncul biasanya manakala adanya keterjepitan atau kondisi pemenuhan suatu kebutuhan. Sesungguhnya ketika kreatifitas itu muncul maka akan beriringan dengan timbulnya peluang-peluang baru yang bersifat dinamis seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia dan akan bersifat inovasi dan berkesinambungan.kreatifitas berarti melahirkan dan atau membuat sesuatu yang terbarukan sementara inovasi adalah pemaksimalan suatu bentuk dari hasil kreatifitas dengan penyempurnaan-penyempurnaan dari suatu kebetuhan yang telah diciptakan dari hasil kreatif. Pembangunan ekonomi kreatif ini sangat penting didasari berbagai factor.
a. Kebutuhan Penciptaan usaha-usaha baru
Idealnya suatu bangsa yang memiliki dasar ketangguhan ekonomi adalah memiliki sedikitnya 7 % para pengusaha baru yang pada saat ini hanya memiliki 0,2 % dari seluruh potensi usaha yang ada. Dorongan keberhasilan ini perlu peran aktif dari semua pihak terutama pemerintah maupun kelompok-kelompok usahawan sukses untuk mendorong industry kreatif baik yang berbasis kedaerahaan maupun industry kreatif yang bersifat nasional. . "menurut data BPS Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2011 mencapai 6,8 persen dari total angkatan kerja atau menurun dibandingkan Agustus 2010 sebesar 7,14 persen dan Februari 2010 sebesar 7,41 persen," namun Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar, bukanlah mengalami penurunan. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement” atau pengangguran yang tidak nampak. Birokrasi pemerintahan kita adalah contoh dari pengangguran tak kentara ini jika dilihat banyak di beberapa departemen maupun pemerintahan daerah para PNS ini kinerjanya sangat rendah.
b. Mendorong Partisipasi Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi berbasis rakyat yang diorong semua pihak untuk melakukan terobosan terobosan baru guna melakukan pemberdayaan potensinya secara komprehensip dan merata. Banyaknya potensi ekonomi masyarakat yang belum di dorong secara maksimal oleh pemerintah khususnya maupun dunia usaha misalnya aspek pertanian,perdagangan, aspek kelautan -perikanan,aspek perkebunan, aspek potensial kedaerahaan maupun aspek lainnya untuk memberikan stimulus pendorongan pemberdayaan potensi ekonomi yang bias mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraannya, sehingga kompetisi akan timbul di tingkat grassroot dan jelas akan mendorong pengurangan angka pengangguran
Seorang pemimpin seyogyanya memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi situasi yang dinamis dankompleksbukan hanya pintar membangun citra di mata public dan rakyatnya seolah dia yang selalu dizolimi oleh lawannya untuk menutupi kelemahannya. Tapi, kreativitas dalam mengatasi persoalan.dalam hal ini adalah kemampuan menemukan cara-cara baru di dalam menangani persoalan. Seorang pemimpin yang kreatif tidak akan mengandalkan cara-cara lama, sekalipun bila cara lama itu terbukti sudah berhasil. Ia selalu terdorong untuk mengeksplorasi kemungkinan lain di dalam menangani suatu persoalan. Ia percaya bahwa selalu ada cara berbeda yang lebih bagus, dan ia berani menggali kemungkinan itu.
Ada pemimpin yang takut menanggalkan cara lama sebab cara baru belum tentu berhasil. Ia khawatir, jika upaya barunya itu gagal, citranya akan turun. Karena merasa nyaman dengan “status quo”, pemimpin tipe ini akan cenderung mandeg, tidak berani membuka jalan baru. Ia tidak memiliki cukup nyali untuk mendaki jalan yang terjal, membuka hutan yang masih asli, atau menghadang besarnya badai. Padahal, sesudah itu terbentang padang luas tempat ia bisa menikmati kerja kerasnya bukan penutupan ide kreatif sebagai alibi yang sesungguhnya adalah plagiat .
Mengapa kreativitas menempati urutan terpenting di antara sekian kompetensi pada kepemimpinan bangsa kedepan?Dalam situasi dinamis, bertumpu pada satu cara saja akan membuat seorang pemimpin tidak akan mampu menyiasati persoalan dengan cepat. akan berani mencoba cara-cara baru dalam menyelesaikan persoalan. Ia berani bereksperimentasi untuk menggali hal-hal yang tersembunyi. Bagaikan McGyver, karakter dalam film seri televisi yang terkenal beberapa tahun silam, ia percaya ada seribu kemungkinan untuk mengatasi satu persoalan. Pemimpin bangsa yang kreatif akan nyaman-nyaman saja hidup di tengah ambiguitas, sebab pikirannya dengan cermat menangkap kemungkinan baru..Tentu saja, akan membuka peluang seluas-luasnya bagi organisasi dan orang-orang yang ia pimpin untuk melakukan eksplorasi terhadap persoalan, cara menanganinya, struktur dan cara kerja organisasinya, sehingga kebutuhan pemimpin kreatif merupakan keharusan untuk mampu menjawab berbagai persoalan bangsa serta menjadi bangsa yang siap berkompetisi dan figure kreatif akan menjadi pemenang walaupun menghadapi sebesar apapun kesulitannya yang ia hadapi.

Senin, 25 Juli 2011

PERLU PEMIMPIN KREATIF

Dalam konteks ini, kreatif dipahami sebagai kemampuan menemukan cara-cara baru di dalam menangani persoalan. Seorang pemimpin kreatif tidak akan mengandalkan cara-cara lama, sekalipun bila cara lama itu terbukti sudah berhasil. Ia selalu terdorong untuk mengeksplorasi kemungkinan lain di dalam menangani suatu persoalan. Ia percaya bahwa selalu ada cara berbeda yang lebih bagus, dan ia berani menggali kemungkinan itu.
Ada pemimpin yang takut menanggalkan cara lama sebab cara baru belum tentu berhasil. Ia khawatir, jika upaya barunya itu gagal, citranya akan turun. Karena merasa nyaman dengan “status quo”, pemimpin tipe ini akan cenderung mandeg, tidak berani membuka jalan baru. Ia tidak memiliki cukup nyali untuk mendaki jalan yang terjal, membuka hutan yang masih asli, dan mengarungi arus sungai yang deras. Padahal, sesudah itu terbentang padang luas tempat ia bisa menikmati kerja kerasnya.
Mengapa kreativitas menempati urutan terpenting di antara sekian kompetensi lainnya? Dalam situasi yang mudah berubah-ubah dan semakin kompleks, bertumpu pada satu cara saja akan membuat seorang pemimpin tidak akan mampu menyiasati persoalan dengan cepat. Ia akan menunggu dengan gamang. Karena itu, para responden memandang penting fleksibilitas dan kemampuan adaptasi terhadap berbagai situasi baru.
Pemimpin kreatif akan berani mencoba cara-cara baru dalam menyelesaikan persoalan. Ia berani bereksperimentasi untuk menggali hal-hal yang tersembunyi. Bagaikan McGyver, karakter dalam film seri televisi yang terkenal beberapa tahun silam, ia percaya ada seribu kemungkinan untuk mengatasi satu persoalan. Pemimpin bisnis yang kreatif akan nyaman-nyaman saja hidup di tengah ambiguitas, sebab pikirannya dengan cermat menangkap kemungkinan baru.
Michael Michalko, penulis buku ThinkerToys, mengatakan bahwa kreatif atau tidak kreatif itu perkara kepercayaan. Para pencipta atau penemu adalah orang-orang yang kreatif karena mereka percaya bahwa mereka kreatif. Mereka penuh kegembiraan dan selalu berpikir positif. Mereka melihat “apa yang dapat” dan bukan “apa yang tidak dapat”, “apa yang mungkin” dan bukan “apa yang tidak mungkin”. Kata Michalko, mereka lebih suka memasukkan semua kemungkinan, yang nyata maupun yang imajinatif. “Jadi tak mungkin menjadi kreatif apabila Anda bersikap negatif,” tutur Michalko.
Tentu saja, pemimpin kreatif akan membuka peluang seluas-luasnya bagi organisasi dan orang-orang yang ia pimpin untuk melakukan eksplorasi terhadap persoalan, cara menanganinya, struktur dan cara kerja organisasinya, model bisnisnya, dan banyak lagi. Pemimpin yang berkacamata kuda akan berjalan lurus ketika seharusnya ia berkelit menghindari onggokan batu yang menghadang di tengah jalan.

Pengertian Kreatif dan Kreativitas
Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris
To Create, yang merupakan singkatan dari :
Combine (menggabungkan) – penggabungan suatu hal dengan
hal lain
Reverse (membalik) – Membalikan beberapa bagian atau proses
Eliminate (menghilangkan) – menghilangkan beberapa bagian
Alternatif (kemungkinan) – Menggunakan cara, bahan dll dengan
yang lain.
Twist (memutar) – memutarkan sesuatu dengan ikatan
Elaborate (memerinci) – memerinci atau menambah sesuatu

Berpikir kreatif berarti :
• Melepaskan diri dari pola umum yang sudah tertanam
dalam ingatan.
• Mampu mencermati sesuatu yang luput dari pengamatan
orang lain.
Ratusan orang dapat berbicara diantara satu orang yang
dapat berpikir, tetapi ribuan orang dapat berpikir di antara
satuorang yang dapat melihat.
Menurut John Adair kreativitas adalah daya pikir dan
semangat yang memungkinkan kita untuk mengadakan
sesuatu yang memiliki kegunaan, tatanan, keindahan, atau
arti penting dari sesuatu yang kelihatannya tidak ada
Sedangkan menurut Conny R.Semiawan kreativitas
merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan –
gagasan baru dan menerapkanya dalam pemecahan
masalah. Kreativitas meliputi 2 ; Aptitude (kecakapan) dan
Non aptitude (bukan kecakapan)
Ciri-ciri aptitude dalam pemikiran meliputi :
1.Fluency (kelancaran)
2.Flexibility (keluwesan)
3.Originality ( keaslian)
Ciri-ciri non aptitude meliputi :
1.Rasa ingin tahu
2.Senang mengajukan pertanyaan
3.Selalu ingin mencari pengalaman – pengalaman baru

Definisi Kreativitas secara keseluruhan “ Kemampuan
seseorang untuk Melahirkan sesuatu yang baru baik gagasan
maupun karya nyata yang berbentuk aptitude maupun non
aptitude baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan halhal yang sudah ada yang semuanya berbeda dengan apa yang
telah ada sebelumnya ”
Menurut Rhode Kreatifitas dapat didefinisikan dalam 4 jenis
dimensi :
1. Person = the abilities that are characteristics of creative people
2. Process= that manifest in self in fluency, in flexibility as well in
originality of thinking.
3. Press = can be regarded as quality of product or respons
judged to be creative by appropriate observes.
4. Product= ability to bring something new into existence

Faktor Penghambat dan Pendorong Kreativitas
Penghambat kreativitas :
1. Sikap negatif
2. Takut gagal
3. Stress yang berlebihan
4. Taat pada aturan
5. Membuat asumsi
6. Terlalu mengandalkan logika
7. Merasa tidak kreatif

Pendorong kreativitas :
1. Perubahan sikap
2. Tehnik mengambil resiko
3. Mampu menyalurkan stress
4. Melanggar aturan
5. Memeriksa asumsi
6. Menggunakan imajinasi dan intuisi
7. Yakin kalau kreatif

Problematika pengangguran dan solusinya



Akhir-akhir ini di hampir semua media dihiasi dengan berbagai berita yang membuat kita merasa meringgis, berbagai kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat public baik eksekutif maupun legislative serta adanya konflik internal di salah satu partai politik yang menyeruak ke publik, kerusuhan atar warga masyarakat maupun antar kelompok, perselisihan faham dari entitas nilai-nilai ajaran suatu agama, tindakan-tindakan kriminalitas baik perampokan maupun pembunuhan serta berbagai persoalan lainnya yang seyogyanya hal itu tidak terjadi dinegeri yang memiliki nilai-nilai moralitas dan pranata social yang menjunjung etika peradaban yang tinggi. Problematika social itu menunjukan rendahnya integritas kebangsaan, lemahnya entitas moral yang beriringan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia.
Fenomena pengangguran dan kemiskinan telah mendorong munculnya berbagai persoalan social, hal ini sejalan dengan terjadinya kesenjangan social yang tinggi menimbulkan tingkat disparitas ekonomi yang tinggi diantara strata social yang ada. Jika dilihat dari data Badan Pusat Statisitik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja pada Februari 2011 mencapai 119,4 juta orang atau bertambah sekitar 2,9 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2010 sebesar 116,5 juta orang. "Jumlah tersebut juga bertambah 3,4 juta orang dibandingkan Februari 2010 sebesar 116 juta orang," penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 111,3 juta orang atau bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding pada Agustus 2010 sebesar 108,2 juta orang. "Jumlah tersebut bertambah 3,9 juta orang dibanding keadaan Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang," .Jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,12 juta orang atau menurun 470.000 orang dibandingkan Februari 2010 yang sebanyak 8,59 juta orang. "Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2011 mencapai 6,8 persen dari total angkatan kerja atau menurun dibandingkan Agustus 2010 sebesar 7,14 persen dan Februari 2010 sebesar 7,41 persen,".
Setahun terakhir pada Februari 2010 hingga Februari 2011, hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali pada sektor pertanian dan sektor transportasi. Masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 360.000 orang atau 0,84 persen dan 240.000 orang atau 4,12 persen. "Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan, dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penampung terbesar tenaga kerja pada Februari 2011,". Jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh atau karyawan sebesar 34,5 juta orang atau 31,01 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,3 juta orang atau 19,15 persen, dan berusaha sendiri sejumlah 21,1 juta orang atau 19,01 persen.Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2011, sebesar 77,1 juta orang atau 69,28 persen bekerja di atas 35 jam per minggu. Adapun pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sebesar 1,4 juta orang atau 1,23 persen. Selain itu, jumlah pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi, yaitu 55,1 juta orang atau 49,53 persen. Adapun pekerja dengan pendidikan diploma sebesar 3,3 juta orang atau 2,98 persen, sedangkan pekerja berpendidikan sarjana hanya sebesar 5,5 juta orang atau 4,98 persen.
Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar, bukanlah mengalami penurunan. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement” atau pengangguran yang tidak nampak. Birokrasi pemerintahan kita adalah contoh dari pengangguran tak kentara ini. Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan, membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan.

Jika di sector birokrasi pemerintah menunjukan perilaku seperti itu sebuah fenomena pengangguran tak kentara yang menyenangkan bagi mereka yang berada di tempat itu, hal ini berbeda dengan di sektor - sektor yang lebih bersifat swasta atau rakyat. Sebagai contoh dapat dikemukakan di Tempat Pembuangan (sampah) Akhir Bantar Gebang beberapa waktu yang lalu juga mengungkapkan betapa semakin sulitnya bagi generasi muda kita untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian yang didapatkan dari pendidikan. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. Sebuah ironi yang sangat memilukan. Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia.
Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri terutama setelah diberlakukannya moratorium TKI akibat kasus di Arab Saudi yang telah melakukan kesewenang-wenangan terhadap para TKI Kita dan telah mencoreng pemerintahan SBY. Beberapa Negara tujuan TKI seperti Singapura, Malaysia, Saudi Arabia,Hongkong ,Taiwan dan Korea Selatan adalah tempat tempat yang menyenangkan untuk mengais rejeki bagi para TKI kita. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses maupun kasus lainnya karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan, adat dan budaya yang berbeda dengan tempat asal mereka. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” ketimbang para guru yang pada dewasa ini lagi dipertanyakan jati diri eksistensinya.

Konon puluhan triliun rupiah telah mengalir ke pedesaan yang merupakan kiriman para TKI kepada sanak keluarga mereka. Tidak ada kekurangan pangan dan anak -anak masih sekolah di pedesaan . Hal ini bukan karena keberhasilan program pemerintah akan tetapi lebih karena hasil cucuran keringat bercampur penderitaan dan keterhinaan para TKI. Pemerintahan siapapun boleh menarik nafas lega karena sebagian besar tanggung jawabnya telah diambil alih oleh para wanita yang dengan sadar mengorbankan diri mereka untuk keluarga. Pertanyaan kita adalah apakah kondisi semacam ini akan kita pertahankan dan pelihara kedepan dan disyukuri sebagai rakhmat Sang Pencipta atau kita ingin ada perubahan kearah yang lebih memberikan harkat dan martabat kepada bangsa. Jawaban utamanya adalah terletak kepada kemampuan kita memperbaiki penyelenggaraan pendidikan dan meningkatkan kualitas nya sekaligus. Pendidikan adalah segala galanya. China,Korea Selatan,Singapura dan India sekali lagi membuktikan kepada dunia bahwa dengan pendidikan yang baik mereka mampu menjadikan bangsa mereka menjadi pemenang dari Perang Baratayuda abad millennium alias Globalisasi Dunia. Apakah bangsa Indonesia hanya akan berteriak teriak menyalahkan dunia dan zaman tanpa berbuat apa apa? Lalu solusinya bagaimana pasca pemberklakuan moratorium tersebut?

1. Atasi pengangguran dengan pendidikan yang Linked
“Orang yang beriman tidak akan menganggur”, ini memiliki nilai pilosofi yang luas, karena dengan memiliki iman maka ia akan mendisiplinkan dirinya dan bekerja keras /Work hard, play hard. Dalam Qur’an 13:11 tertulis, ”Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Jadi jelas, persoalan pengangguran dan kemiskinan itu karena kurang memiliki perenecanaan yang matang, berodalah secara khusyuk, berusahalah dengan sekuat tenaga, dan serahkan hasilnya pada Tuhan dengan cara bertawakkal. Sebagai ilustrasi ketika mewisuda lulusannya, salah seorang dekan business school terkemuka di Amerika selalu berpidato, “Kita harus memberikan respek kepada mereka yang mempunyai nilai A, karena mereka akan kembali ke almamater menjadi dosen dan melupakan duniawi. Namun kita harus lebih membungkukkan kepala kepada mereka yang mendapat nilai B dan C, karena mereka akan kembali lagi ke kampus dengan menyumbang laboratorium, auditorium, serta menjadi penyandang dana.”Dari ilustrasi, data, dan fakta di atas, kita bisa lihat betapa ”besarnya” kontribusi pendidikan terhadap terbukanya lapangan pekerjaan. Negeri ini mungkin punya ribuan sarjana multi-jurusan yang diyakini bisa berpikir analitis, mampu menciptakan perubahan dalam masyarakat, tetapi toh ternyata mereka belum mampu membantu diri mereka sendiri. Ini belum termasuk opportunity cost yang keluar ketika melanjutkan kuliah setamat SMU. Mengapa tidak menggunakan waktu dan biaya untuk berwiraswasta saja?Seharusnya..Idealnya, kampus seharusnya bisa membangun linkage atau link and match yang ideal antara lulusan sekolah menengah dengan lapangan pekerjaan di dunia nyata. Bagi top-tier business school di dunia, ini bukan masalah. Mayoritas lulusan kerja mereka sukses dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji 2-3 kali dari jumlah yang mereka investasikan untuk kuliah di business school tersebut.
Bagaimana di Indonesia?Sayangnya, di Indonesia, gap tersebut terasa begitu kentara. Ijazah sarjana tidak lagi sakral saat ini. Hal ini juga didukung fakta bahwa banyak perguruan tinggi negeri yang membuka kelas diploma, program ekstensi/swadaya, kelas malam, fast-track program, dan seterusnya. Perguruan tinggi swasta juga bermunculan tak kalah banyaknya. Akibatnya, ijazah sarjana semakin mudah (walau belum tentu murah) diperoleh. Kondisi ini masih diperparah dengan perguruan tinggi “biasa-biasa saja” yang mengobral nilai, sementara perguruan tinggi top justru dipenuhi dosen killer yang sulit memberi nilai A.
Selain dituntut menjadi linkage yang kokoh, kampus juga selayaknya bisa menjadi inkubator bisnis yang kuat. Tidak banyak orang yang tahu bahwa Sun Microsystems adalah kepanjangan dari Stanford University Network, karena memang perusahaan ini memulai bisnisnya dari lingkungan kampus. Dan satu lagi, Google dan Yahoo!, juga sama-sama lahir dari kegiatan intelektual di universitas. Malah, Google adalah hasil dari proyek disertasi kedua pendirinya. Baik Google, Yahoo!, atau Sun Microsystems, masing-masing telah bertumbuh menjadi perusahaan besar dengan tingkat profitabilitas yang luar biasa.Inilah salah satu bukti bahwa kampus, selain menjadi linkage bagi lapangan pekerjaan di dunia nyata, juga bisa menjadi inkubator yang hebat. Tanpa membunuh spirit dan mengekang kebebasan berpikir siswa didiknya. Sayangnya, lagi-lagi di Indonesia belum memiliki perguruan tinggi yang cukup mumpuni untuk menjadi inkubator bisnis yang handal.
2. Perlunya pembangunan ekonomi kreatif
Salahsatu kelebihan manusia yang diciptakan Alloh SWT dibanding makhluk lainnya adalah diciptakannya akal, akal inilah yang menopang manusia untuk membangun unsur kreatifitas yang dibungkus serta dikemas untuk memenuhi kebutuhannya, dengan akal maka timbulnya ilmu pengetahuan dan alih technology,yang menjadi persoalan bangsa saat ini adalah rendahnya kreatifitas yang dimiliki, artinya rendahnya penggunaan akal untuk membangun basis-basis ekonomi secara kreatif.kreatif atau kreatifitas adalah membangun dan menciptakan suatu proses dari ide-ide baru sebagai alternative yang dibutuhkan orang-orang. Ketika kebutuhan manusia itu hadir maka munculah kreatifitas atau sejalan dengan hadirnya kreatifitas maka munculah kebutuhan kebutuhan baru.
Persoalan kreatifitas dalam konteks ekonomi adalah mendorong daya saing masyarakat melalui peran-perannya dalam berbagai aspek yang bisa mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif, hal ini tentu melalui suatu preses analisa serta dorongan semua pihak untuk memberikan stimulus ekonomi kreatif sehingga sekecil apapun potensi yang ada dibangun untuk menjadi sesuatu yang besar.kesadaran kreatifitas ini muncul biasanya manakala adanya keterjepitan atau kondisi pemenuhan suatu kebutuhan. Sesungguhnya ketika kreatifitas itu muncul maka akan beriringan dengan timbulnya peluang-peluang baru yang bersifat dinamis seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia dan akan bersifat inovasi dan berkesinambungan.kreatifitas berarti melahirkan dan atau membuat sesuatu yang terbarukan sementara inovasi adalah pemaksimalan suatu bentuk dari hasil kreatifitas dengan penyempurnaan-penyempurnaan dari suatu kebetuhan yang telah diciptakan dari hasil kreatif. Pembangunan ekonomi kreatif ini sangat penting didasari berbagai factor antara lain.
a. Penciptaan usaha-usaha baru
Idealnya suatu bangsa yang memiliki dasar ketangguhan ekonomi adalah memiliki sedikitnya 7 % para pengusaha baru yang pada saat ini hanya memiliki 0,2 % dari seluruh potensi usaha yang ada. Dorongan keberhasilan ini perlu peran aktif dari semua pihak terutama pemerintah maupun kelompok-kelompok usahawan sukses untuk mendorong industry kreatif baik yang berbasis kedaerahaan maupun industry kreatif yang bersifat nasional
b. Mendorong Partisipasi Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi berbasis rakyat yang diorong semua pihak untuk melakukan terobosan terobosan baru guna melakukan pemberdayaan potensinya secara komprehensip dan merata. Banyaknya potensi ekonomi masyarakat yang belum di dorong secara maksimal oleh pemerintah khususnya maupun dunia usaha misalnya aspek pertanian,perdagangan, aspek kelautan -perikanan,aspek perkebunan, aspek potensial kedaerahaan maupun aspek lainnya untuk memberikan stimulus pendorongan pemberdayaan potensi ekonomi yang bias mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraannya, sehingga kompetisi akan timbul di tingkat grassroot dan jelas akan mendorong pengurangan angka pengangguran.

3. Penguasaan Skill dalam berbagai bidang
Tenaga kerja Philipina maupun dari India yang sama-sama bekerja di Hongkong di komparasikan dengan TKI mereka memiliki profesi yang sama namun penghasilan maupun tata kerjanya jauh berbeda, tentunya tenaga kerja dari Philipina maupun India mendapatkan gaji yang lebih besar maupun pekerjaan yang lebih ringan disbanding dengan TKI, hal ini terjadi bukan saja karena persoalan negosiasi pemerintah terhadap perlindungan kesejahteraan serta fungsi-fungsi kerja terhadap Negara sahabat tersebut rendah, namun factor SDM dari TKI secara skill mereka sangat rendah baik penguasaan bahasa, maupun operasionalisasi fungsi dari perangkat-perangkat kerja. TKI yang di berangkatkan ke luar negeri biasanya dilakukan melalui agen-agen penempatan yang secara administrative maupun tingkat kemampuan dimanipulasi oleh pihak agen sehingga saat mereka bekerja tidak memiliki kompetensi maupun daya tawar. Hal ini lah yang menjadi penyebab utama munculnya berbagai persoalan tersebut.
Skill merupakan sesuatu yang pokok manakala dihadapkan pada kompetisi, bahkan hampir fresh graduate dari para sarjada rendah secara skill. Skill harus menjadi kurikulum pokok setiap lembaga pendidikan baik setingkat kursus maupun universitas, ini untuk mendorong dan memenuhi kebutuhan global. Dengan skill yang baik dan terukur maka akan beriringan dengan kesejahteraan yang baik dan kemampuan seseorang dalam penguasaan terhadap skll tertentu mendorong seseorang itu untuk melakukan kerja-kerja kreatif.dengan kemampuan skill yang proporsional maka akan mendorong kesejahteraan ekonomi, produktifitas serta terkurangnya angka pengangguran.

Kesimpulan
Pengangguran sesungguhnya tidak akan pernah ada jika setiap diri manusia memiliki iman yang baik, manajemen iman itu akan mendorong semangat kreatifitas untuk menyadari dirinya sebagai makhluk pilihan yang diberikan kelebihan oleh sang kholiq, dengan semangat kreatif dan didasari skill yang baik, maka akan menumbuhkan semangat jiwa-jiwa usaha, semangat jiwa usaha itu akan baik apabila didorang oleh pemerintah dan seluruh stake holders untuk bahu membahu membangu bangsa yang maju, berkarakter dan siap melakukan kompetisi dan innovasi baik nasional maupun internastional.

Jumat, 22 Juli 2011

Kepala Humas LP3I Pusat jadi CALEG DPR-RI

Sebuah keputusan politik telah diambil oleh seorang Aceng Ahmad Nasir yang merupakan mantan aktifis 98 ini untuk bergabung di dunia barunya sebagai pengurus DPP Partai Hanura, saat ini Aceng panggilan akrabnya, pemuda asal Garut ini duduk sebagai ketua Departemen kaderisasi bidang Keanggotaan DPP Hanura sekaligus ketua bidang politik DPP Pemuda Hanura. "langkah ini saya ambil melalu proses panjang, dan saya telah yakin kalau Hanura itu adalah betul-betul pilihan nurani saya" tegasnya.

Aceng yang saat ini menduduki jabatan strategis di LP3I mengatakan bahwa dengan segala konsekwensinya dia menerima resiko apapun yang terjadi, dia terangnya akan all out untuk melakukan konsolidasi di daerah pemilihannya yaitu Kabupaten Garut dan Kabupaten tasik."beberapa agenda politik sudah saya rancang, dan praktis setelah lebaran ini saya akan fokus bergerak didaerah, melakukan inventarisasi jaringan serta beberapa aktifitas lainnya" tuturnya. beberapa waktu terakhir Aceng beserta anggota DPRD Garut dan beberapa pengurus DPC Partai Hanura Garut melakukan aksi sosial di wilayah musibah di Garut selatan.

walaupun pemilu legis latif masih menyisakan rentang waktu yang cukup lama yaitu 2014, buat Aceng hal ini justru dilakukan sejak jauh hari, menurutnya komunikasi politik dengan konsituen itu bukan dilakukan pada saat ia membutuhkan suaranya saja manakala terjadinya pemilihan namun rakyat dan konsituen akan melihat dengan hatinya jika kita berbuat dan tentunya dengan dasar ikhlas berjuang dengan hati untuk membantu dan mendorong ke suksesan mereka (red)

Cagub DKI dari HANURA

JAKARTA- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akhirnya memastikan dukungannya kepada Djan Faridz sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Hanura Wiranto dalam penutupan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD Hanura DKI di Hotel Golden Boutique Jakarta.

"Hari ini DPD DKI Jakarta telah memutuskan untuk mendukung Saudara Djan Faridz untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Karena keputusan ini melalui mekanisme resmi partai dan melalui kualifikasi yang baik, maka DPP akan segera mengeluarkan keputusan serupa," ucap Wiranto dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (16/7/2011)

Wiranto menilai, keputusan Hanura mendukung Djan Faridz sudah tepat. Sebab, sosok Ketua PWNU DKI Jakarta itu memiliki kemampuan sebagai pemimpin, berani mengambil terobosan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di ibukota.

"Jakarta perlu pemikiran cerdas dari gubernur yang berani menerobos aturan-aturan yang sifatnya normatif. Kalau normatif, ya hanya begini-begini saja. Tidak ada perubahan. Ketika ditanya soal banjir, dijawab ini masalah tahunan. Macet? Biasa saja," tambahnya

Lanjut Wiranto, sebagai figur yang berlatarbelakang pengusaha, Djan Faridz terbiasa mengambil keputusan cepat, membuat terobosan dan berani mengambil resiko untuk membuat perubahan. Ia juga dikenal sebagai sosok yang egaliter dan peduli terhadap masyakarat.
"Pengabdiannya juga sudah terbukti. Ia adalah Ketua PWNU DKI yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat Jakarta," imbuh Wiranto.

Mengenai peluang Djan Faridz dalam Pilkada 2012, Wiranto mengaku optimis. Menurut dia, rekam jejak Anggota DPD RI itu sudah terbukti dan karenanya akan lebih mudah disampaikan ke publik.

"Kita melihat dari sekian calon, yang berani membuat terobosan, gebrakan, hanya Djan Faridz. Lainnya biasa-biasa saja. Kalo soal belum banyak dikenal, ya kita kenalkan ke publik secara massif," kata Wiranto.

Hanura korban konspirasi mafia pemilu

Kendati keterangan dalam rapat dengar pendapat Panitia Kerja Mafia Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat menyudutkan calon anggota legislatif, Dewie Yasin Limpo, Partai Hari Nurani Rakyat tetap membelanya.

Ketua Umum Partai Hari Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto di Jakarta (sabtu 9/7), mengatakan keherannannya sebab Dewie yang tidak diuntungkan dan tidak mendapatkan kursi di DPR justru menjadi obyek kecurigaan dalam kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK). Semestinya justru kursi DPR dikembalikan ke Partai Hanura.

Dalam rapat dengar pendapat, kata anggota Panitia Kerja (Panja) Mafia Pemilu dari Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Budiman Sudjatmiko, surat dari panitera MK nomor 112 tertanggal 14 Agustus 2009 yang dinyatakan palsu muncul setelah ada permintaan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Surat permintaan itu dibuat Sugiharto, staf Andi Nurpati-(mantan) komisioner KPU-atas perintah Andi. Surat juga dikirimkan dari mesin faxsimile di ruangan Andi ke nomor yang diberikan. Surat itu dikirimkan pada 14 Agustus.

Menurut mantan hakim MK, Arsyad Sanusi pada 28 Juni dalam rapat panja, dia mengenal keluarga Dewie sejak kecil. Ia juga sering bermain golf dengan kakak Dewie, Syahrul Yasin Limpo yang kini Gubernur Sulawesi Selatan. Ia juga membenarkan, Dewie datang ke Apartemennya, dan saat itu juga datang (bekas) juru panggil MK Hasan Masyhuri yang mengaku datang atas permintaan anak Arsyad, Neshawati. Hasan juga menyerahkan berkas salinan surat jawaban panitera MK untuk KPU kepada Arsyad (kompas, 30/6).

Surat jawaban MK yang sebenarnya, tertanggal 17 Agustus 2009, dikirimkan langsung kepada Andi dan diserahkan melalui sopirnya Aryo. Surat ini, menurut keterangan staf Andi, disimpan di arsip Andi. Karenanya, KPU memutuskan penambahan suara kepada partai Hanura dan menetapkan Dewie sebagai calon anggota legislatif terpilih pada pleno 2 September 2009. Keputusan ini baru diketahui berdasarkan surat palsu ketika tiba surat klarifikasi MK tertanggal 11 September 2011.

Surat MK yang diduga palsu, terkai perolehan suara Pemilu Anggota DPR 2009 dari Daerah Pemilihan Sulsel I, juga hanya berupa fotokopi faxsimile. Hal itu diakui Sekretaris Jenderal KPU Suripto Bambang Setiadi dalam rapat dengar pendapat dengan Panja Mafia Pemilu, pekan lalu. Setjen tak pernah mendapatkan surat asli.

Bambang juga mengakui, yang bertanggung jawab dalam perhitungan suara adalah Devisi Teknis, yaitu Andi Nurpati.

Menurut mantan Kepala Biro Hukum KPU WS Santoso dan Wakil Kepada Biro Hukum Sigit Joyowardono, mereka menerima surat asli pada Juli 2010 saat Andi pamit meninggalkan KPU. Ia menjadi ketua Komunikasi Publik Partai Demokrat.

Semua Kecurangan

Kendati membela Dewie, Wiranto berharap semua kecurangan dalam pemilu 2009 dibongkar. "Suara rakyat jangan diselewengkan. Masih banyak kasus serupa yang menimpa kader lain," ujarnya.

Wiranto juga menduga ada kecurangan dalam Pemilu Presiden 2009. Itu dirasakan mulai dari kerancuan daftar pemilih tetap. Sayangnya, Teknologi Informasi KPU tidak tertembus. (Sumber : kompas)

HANURA Targetkan 77 kursi di 2014

Di satu sisi, Indonesia sedang dililit berbagai persoalan. Di sisi yang lain, rakyat begitu berharap Indonesia segera bangkit dan memasuki zona baru sebagai bangsa yang lebih baik.

"Karena itu Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura dibentuk. Bukan saja untuk kemenangan Partai Hanura pada Pemilu 2014, namun juga sebagai wadah yang benar-benar memperjuangkan nurani rakyat, yang berkiprah sejalan dengan keinginan dan harapan rakyat," kata Ketua Bapilu DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, di sela-sela acara pelantikan Bapilu DPP Hanura, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat (Sabtu, 9/7). Yuddy menjelaskan alasan pembentukan Bapilu Hanura sejak awal. Pertama, perlunya eksistensi dan fokus perjuangan berbasis langsung pada rakyat dan bukan hanya pada saat partai memiliki kepentingan suara semata. Kedua, Untuk membangun organisasi yang solid hingga ke akar rumput. Ketiga, untuk membenahi partai, baik secara taktis maupun strategis.

"Kami optimis Hanura akan menjadi partai besar. Kemenangan bisa kami raih dengan upaya keras untuk tidak hanya dikenal, tapi juga dicari dan dicintai. Dan setiap kekuasaan atau apapun itu ada masanya," kata Yuddy.

Untuk menapaki jalan perjuangan, masih kata Yuddy, Hanura memiliki tagline seperti Partai Masa Depan, Partai Pro Perubahan, Partai Responsip, dan Partai Terdepan dalam Membela Kepentingan Rakyat.

"Partai masa depan artinya Hanura siap mewadahi aspirasi generasi muda serta seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu menyongsong harapan besar menuju perbaikan bangsa," kata Yuddy.

Sementara Pro Perubahan, lanjut Yuddy, artinya partai menuju zona baru yang mendahulukan integritas, moralitas, kejujuran dan akhlakul karimah. Responsip artinya siap merespon secara cepat berbagai persoalan bangsa sehingga tidak ada lagi keterlambatan keputusan akibat keraguan dalam menentukan sikap dan kebijakan. Sedangkan Terdepan dalam Membela Kepentingan Rakyat artinya menjadikan nurani sebagai azas perjuangan sehingga seluruh kader Hanura berjuang iklas, mendahulukan kepentingan rakyat, dan berada di garis terdepan membela rakyat.

"Dan target Hanura di Pemilu 2014 cukup meraih satu kursi di setiap daerah pemilihan atau 77 kursi DPR. Ini target yang rasional dan proporsional," kata Yuddy yang juga mengaku baru akan bicara capres bila pemilihan legislatif sudah kelar. (sumber : RMOL)

(-bp21)